Struktur Dasar Algoritma Pengulangan (repetition)

Salah satu kelebihan komputer adalah kemampuannya untuk mengerjakan pekerjaan yang sama berulang kali tanpa mengenal lelah. Ini berbeda dengan manusia yang cepat lelah bila mengerjakan pekerjaan yang sama berulang-ulang. tidak hanya lelah, tetapi juga cepat bosan.

Sewaktu duduk di sekolah dasar anda mungkin pernah dihukum oleh guru anda untuk menuliskan sebuah kalimat sebanyak 500 kali. Misalnya karena anda nakal atau tidak membuat PR. Misalkan kalimat yang harus ditulis 500 kali tersebut adalah

"Saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"

Bla pekerjaan menulis kalimat ini diserahkan kepada komputer, maka pemrogram mungkin menuliskannya sebagai berikut:

Algoritma menulis 500 kalimat

Menuliskan kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi" sebanyak 500 kali.

Desktripsi:
1. Tulis kalimat "syaa berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"
2. Tulis kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"
3. Tulis kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"
.
.
499. Tulis kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"
500. Tulis kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"

Tentu saja algoritma untuk menulis 500 buah kalimat seperti di atas tidak elegan, karena instruksi

tulis kalimat "sya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"

haur dibuat di dalam teks algoritma sebanyak 500 kali. Untuk mengatasi hal ini, maka anda dapat menggunakan struktur pengulangan for-do sehingga algoritma menulis 500 buah kalimat dapat ditulis sebagai:

Algoritma menulis 500 kalimat

menuliskan kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi" sebanyak 500 kali

Deskripsi:

for j dari 1 sampai 500 do
tulis kalimat "saya berjanji tidak akan nakal dan malas lagi"

J adalah pencacah pengulangan yang mencacah pengulangan dari 1 sampai 500. Komputer akan melaksanakan aksi tulis kalimat tersebut sebanyak 500 kali. Struktur pengulangan ini dapat ditulis secara umum sebagai

for pencacah pengulangan dari 1 sampai N do
aksi

Yang artinya adalah aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah pengulangan, yaitu dari 1n sampai N (yaitu sebanyak N kali). Pencacah pengulangan dapat di-set tidak hanya dari 1, tetapu juga dari sembarang nilai yang lain. Maka, kita dapat menulis struktur FOR lebih umum sebagai:

for pencacah pengulangan dari a sampai b do
aksi

Yang artinya adalah aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah pengulangan, yaitu dari a sampai b (yaitu sebanyak b-a+1 kali)

Struktur pengulangan yang kedua adalah REPEAT yang terdiri atas kata kunci repeat-until (repeat artinya "ulangi" dan until artinya "sampai" atau "hingga") yang mempunyai bentuk umum sebagai berikut:

repeat
aksi
until kondisi

Yang artinya adalah pengulangan aksi dilakukan hingga kondisi (persyaratan) berhenti terpenuhi.

Struktur pengulangan yang ketiga adalah WHILE dengan kata kunci while-do (while artinnya "selagi" atau "selama" dan do artinya "lakukan") yang mempunyai bentuk umum:

while kondisi do
aksi

Yang artinya adalah selama kondisi (persyaratan) pengulangan masih benar, maka aksi dikerjakan. Perbedaannya dengan repeat until, jika pada repeat-until kondisi pengulangan dievaluasi di akhir, maka pada while-do kondisi pengulangan dievaluasi di awal pengulangan.

Meskipun struktur repeat-until dan while-do mempunyai fungsi yang mirip sehingga pada beberapa kasus dapat saling menggantikan, namun secara umum penggunaannya bergantung pada spesifikasi masalah.


1 comment:

Spam comment will be deleted...!!