Belajar Bahasa Pemrograman 2

Salah satu bahasa pemrograman adalah bahasa pascal. Andaikanlah anda sudah mempelajari bahasa pascal (melalui buku-buku, misalnya) maka anda dapat menuliaskan langkah-langkah mengurutkan sekumpulan data dalam sebuah program sebagai berikut.

program PENGURUTAN;
const N = 100; {banyaknya data nilai ujian}
var Nilai : array [1..N] of integer;
j,k,temp, imaks : integer;

begin
{baca data nilai ujian N orang mahasiswa}
for j:=1 to N do
readln(nilai [j]);

{urutkan}
for j:=1 to N-1 do (ulangi sebanyak N - 1 kali)
begin
{cari nilai terbesar di antara N buah data}
Imaks:=j;
for k:=j+1 to n do
if nilai [k] > nilai [j] then
Imaks:=k;
(endif)
(endfor)

{tempatkan nilai terbesar pada posisi yang tepat dengan cara pertukaran}
temp:=nilai [j];
nilai[j]:=nilai [Imaks];
nilai [Imaks]:=temp;
end; {for}

{tulisan nilai yang sudah terurut}
for jj:=1 to N do
writeln(nilai[j]);
end.

Nah, sekarang program pengurutan di atas sudah siap anda jalankan pada komputer (dengan prosedur tambahan mengkompilasinya dengan compiler pascal tertentu.

Pascal hanyalah salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman. Ada bahasa pemrograman yang cukup sulit dipahami oleh penggunanya dikarenakan tata bahasanya yang primitif atau karena orientasi bahasanya lebih dekat ke bahasa mesin (disebut bahasa tingkat rendah - low level language) ketimbang bahasa manusia (yang disebut bahasa tingkat tinggi - high level language).

Bahasa pascal, seperti halnya bahasa inggris dan bahasa indonesia termasuk bahasa tingkat tinggi. Kebanyakan bahasa pemrograman tingkat tinggi mengambil beberapa kata standard dari bahasa inggris (termasuk tata bahasanya) sehingga ia relatif lebih mudah dipelajari oleh pemrogram (orang yang menulis program komputer).

Pada mulanya orang mempelajari suatu bahasa pemrograman melalui aturan tata bahasanya. Bahasa pemrograman yang berbeda mempunyai aturan tata bahasa berbeda pula. Bahkan sebuah bahasa yang sama dapat mempunyai beberapa versi (sesuai perkembangannya), dan setiap versi dirancang untuk komputer atau lingkungan sistem operasi tertentu antara saru versi bahasa dengan versi lainnya terdapat beberapa perbedaan.

jadi agar program dapat dijalankan pada komputer yang lain, orang harus menulis program dalam bersi bahasa yang sesuai dengan komputer tersebut. Dengan kata lain, pemrogram sangat terikat dengan aturan bahasa dan spesifikasi mesin yang akan menjalankannya.

Saat ini dengan berkembangnya teknik pemrograman terstruktur, orang tidak lagi memecahkan masalah dengan langsung menulis programnya dalam bahasa pemrograman. Orang mulai memikirkan suatu cara penyelesaian maslah yang akan diprogram dengan menekankan pada desain atau rancangan yang mewakili pemecahan masalah tersebut.

Desain ini independen dari bahasa pemrograman yang digunakan dari komputer yang menjalankan program . Desain menyajikan cara berpikir si pemrogram dalam menyelesaikan maslah. Desain berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan sebuah maslah dinamakan algoritma.

Perhatikanlah bahwa teks di bawah ini aldaah sebuah contoh sebuah algoritma (meskipun belum terlalu rinci), yaitu algoritma mengurutkan sekumpulan data

Algoritma pengurutan
langkah 1 : Cari nilai terbesar di antara N buah data
Langkah 2 : Tempatkan nilai terbesar tersebut pada posisi yang tepat
Langkah 3 : Ulangi langkah 1 untuk N - 1 buah data yang lain.

Notasi yang digunakan untuk menuliskan algoritma disebut notasi algoritma. Notasi algoritma pengurutan diatas ditulis dalam notasi bahasa Indonesia. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu program dalam notasi algoritma tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, program dalam notasi algoritma harus ditranslasikan (diterjemahkan) ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih.

No comments:

Post a Comment

Spam comment will be deleted...!!