Subnet Mask Default

Subnet mask Default Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan DNS, kamu juga harus mengetahui apa yang dimaksud dengan subnet. Subnet merupakan suatu bagian dari jaringan yang dimaksudkan untuk memecah network-ID mejadi beberapa jaringan yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar beban kerja dari jaringan tidak terlalu besar. Walaupun dalam jaringan mampu menjangkau lebih dari 100 host atau komputer, namun beban yang besar tersebut jarang sekali digunakan. Biasanya perusahaan akan memecah jaringan menjadi beberapa jaringan kecil yang disebut subnetting dan dalam jaringan dinamakan dengan subnet.

Subnet mask digunakan untuk membedakan antara host-ID dengan network-ID dan untuk menunjukkan letak suatu host apakah berada pada jaringan LAN atau WAN. Subnet ini terdiri dari angka biner sebesar 32 bit, misalnya 11111111. 111111111.11111111.00000000 atau 255.255.255.0. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan network
-ID diset dengan angka 1.

Sedangkan yang berhubungan dengan host-ID diset dengan angka 0. Subnet mask diperlukan sekali untuk melakukan operasi pengiriman IP dengan cara melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP address asal ke tempat IP address tujuan, serta membandingkan hasilnya untuk mengetahui arah tujuan IP address tersebut. Apabila hasil kedua operasi tersebut sama, host tujuan terletak dalam jaringan LAN. Sedangkan jika hasilnya berbeda, host tujuan dalam jaringan WAN.

Penggunaan subnet mask sangat ditentukan oleh banyaknya komputer atau host pada sebuah jaringan. Untuk membedakan banyaknya host yang digunakan, subnet mask terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu :

Kelas A.

Subnet mask : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0. Panjang network-ID:8. Panjang host-ID:24. Misalnya sebuah jairngan dengan alamat 127.64.6.1. Network-ID = 127 dan host-ID = 64.6.1. Daerah IP address: 1.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx - 127.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx. Banyaknya host yang dapat ditampung : kurang lebih 16 juta

Kelas B.

Subnet mask: 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0. Panjang network-ID: 16. Panjang host-ID: 16. Misalnya sebuah jaringan dengan alamat 132.91.6.1. Network-ID = 132.91 dan Host-ID = 6.1. Daerah IP address: 128.0.xxxxxxxx.xxxxxxxx - 191.155.xxxxxxxx.xxxxxxxxx. Banyaknya host yang dapat ditampung : kurang lebih 65.000

Kelas C.

Subnet mask: 11111111.11111111.11111111.00000000 = 2255.255.255.0. Panjang network-ID: 24. Panjang host-ID: 8. Misalnya, sebuah jaringan dengan alamat 192.183.6.34. Network-ID = 192.183.6. dan Host-ID = 34. Daerah IP address: 192.0.0.xxxxxxxx - 223.255.255.xxxxxxxx. banyaknya host yang dapat ditampung: kurang lebih 256.
Dengan penggunaan susbnetting ini, penggunaan host-ID menjadi lebih sedikit dan beban sebuah server menjadi lebih ringan. Semakin panjang sebuah subnet, jumlah subnet yang dapat dibentuk menjadi semakin banyak. Namun jumlah host dalam setiap subnet menjadi semakin sedikit.

Untuk menentukan subnet mask, anda dapat menyamakan dan meratakan sebuah subnet mask dengan menggunakan subnet mask dan jumlah subnet terbesar. Apabila mengalami kesulitan untuk memilih alokasi subnet mask yang terbesar, sebaiknya anda merancang alokasi IP yang paling efisien. Efisien yang dimaksuf adalah efisien dalam penggunaan IP address dan efisien dalam penempatan IP address yang akan menghasilkan tabel routing terkecil.

No comments:

Post a Comment

Spam comment will be deleted...!!