Kosmetik Ilegal Berbahaya

Kosmetik Ilegal berbahaya hasil razia di pusat perbelanjaan di kota Depok akan dimusnahkan. Sedangkan kosmetik tanpa izin buatan dokter dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jawa Barat. "Untuk pemusnahan kosmetik berbahaya berita acaranya akan dibuat. Sedangkan laporan BPOM sudah dilakukan."kata Kasi Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan (DinKes) Kota Depok. Yulia Oktavia.

Menurut Yulia, kosmteikitu dilaporkan ke BPOM karena lembaga itulah yang mempunyai wewenang untuk melakukan uji kelayakan kosmetik buatan papra dokter kecantikan berikut sanksinya. Lebih lanjut dipaparkan, dalalm razia terhadap kosmetik berbahaya di pusat perbelanjaan ITC Depok, kamis 25 juni 2009 lalu, disita 41 jenis kosmetik dari toko kosmetik dan display, yang terdiri dari 22 jenis kosmetik berbahaya dan 19 jenis tak berizin.

Produk yang diamankan sebagai barang bukti yakni 15 buah Ponds Detox Complete Beauty Care, tiga buah Pond's Detox Eye Shadows Blusher and Lip Gloss, serta Creme powder. Selanjutnya masing-maing satu buah Pond's Detos Complete Beauty Care Eye Shadows dan Two Way Cake. Ada pula tiga buah QL Day Cream. Kabid pengawasan Obat dan Makanan DinKes kota Depok Herjubinartien mengatakan, produk tersebut banyak beredar di masyarakat karena harganya murah. Murah tapi dapat menyebabkan kanker. Produk-produk tersebut rata-rata tak mempunyai nomor register yang jelas dan tercantum sebagai produk buatan luar negeri.

"Seperti tertera di kemasan rangkaian produk pond's yang disita adalah buatan Millot laboratory Co Ltd Thailand. Kemudian ada juga produk PT Unilever Singapore yang seharusnya tercantum PT Unilever Indonesua, seperti yang tercantum di produk pond's lazimnya, sedangkan merek QL tercatat buatan TGB United Enterprise Co Ltd Taiwan dan PT Usaha Mandiri Makmur, Jakarta." katanya".

Dari uji sampel yang dilakukan BPOM. Pond's buatan PT Unilever Singapore mengandung zaat berbahaya merah k3, k10. kemudian QL Day Cream mengandung zat asam retinoat. Selain itu, zat pewarna yang dimasukkan merupakan pewarna tekstil dan kertas. "Jika kulit terpapar zat tersebut akan menyebabkan irirtasi dan kerusakan hati. Sedangkan merkuri dan hiroquinon yang juga menjadi bahan kosmetik tadi akan menyebabkan kanker,"jelas Herjubinartien.

Berdasakan UU nomor 23/1992 tentang kesehatan Umum, lanjut ida, bagi produsen dan pengedar kosmetik yang mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan akan dihukum penjara amaksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. Sementara itu, bagi produsen dan pengedar barang yang tidak mempunyai izin edar terancam hukuman penjara tujuh tahun dan denda maksimal 140 juta. Mereka juga bisa jerat dengan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman denda Rp 2 miliar dan hukuman penjara lima tahun. (warta kota)

No comments:

Post a Comment

Spam comment will be deleted...!!